Amarahnya membuatku takut...
Aku takut jika rasa kesal itu sungguhan
Namun amarahnya membuat aku senang...
Karena disudut hati kecilku, aku ingin dia marah karena dia begitu ingin tahu aku...
Dan pikirku mengira, dia tak sungguh-sungguh marah
Semua bermula dari pikiranku yang mengira-ngira dia marah padaku...
Lalu sebuah pesan singkat aku kirimkan pada dia...
Dan dia membalas!!!!!!!
Aku menemukan jawabannya. Ternyata dia tidak marah padaku. Lalu kukatakan padanya, "Aku udah tau jawabannya"...
Namun, dia salah sangka! Atau mungkin dia tak mengerti, jika jawabannya adalah DIA. Jawaban dari pertanyaan ku, pertanyaan "apa dia marah?" adalah TIDAK...
Namun, sungguh dia salah sangka. Dan kini, justru dia kesal, karena aku tak urung menanyakan sesuatu padanya. AKU MALU...harusnya dia peka, harusnya dia tahu, harusnya dia yang memulai, harusnya dia tahu rasaku, harusnya dia membaca coretan perasaanku ini!!!!! HARUSNYA DIA...TAK MENIPU DIRINYA SENDIRI...
Jika boleh, aku ingin mengganti pertanyaanku tadi...
Aku ingin bertanya dua hal:
1. Apakah marahmu karena kau sungguh ingin tahu apa tanyaku?
2. Apakah sulit bagimu menyaYangiku seperti aku juga demikian pada kamu....?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar